Skip to main content
Dunia .
kadang ii hidup sendirian atas muka bumi ini begitu menakutkan , begitu menyeramkan .. kan ?
kadang ii bila kita rasa semua orang ada ramai di keliling kita , berapa orang yang perasan sebenarnya kita derita ? semua kah ? seorang kah ? atau langsung tiada . kosong .. mase itu , rasa nak ambil dunia lipat dan bungkus pergi dimensi lain , kemudian bertapak buka cerita baru . hanya kita , hanya diri kita yang membuat cerita sendiri bagaikan filem sendiri , dimana kita lah pengarah , penerbit , pelakon . dan kita lah yang menonton semua babak babak yang kita lakonkan . biar sendiri faham maksud cerita sendiri , biar kita sendiri yang menilai , dan bukan orang lain ..
dalam dunia itu , kita cipta warna langit sesuka hati , kita cipta tanah semacam kapas putih yang sangat lembut , menawan , empuk . jika kita jatuh tidak rasa sesakitnya sebagaimana sesakitnya kita di dunia realiti .
dunia itu kita bina bagai mahligai yang di dalam tu hanya ada kita . yang mewarnai dunia itu .. tanpa orang lain . hidup kembali cerah , senyum yang bertopeng ini kini bisa ditanggal pabila kita di dunia sendiri . merasa hidup dengan senyuman asli , dan bukan senyuman yang dibuat-buat , senyuman plastik !
bila siap dunia yang kita cipta , dengan mewarnai disetiap dimensi ,
maka itu , coba kita bandingkan dengan dunia realiti , disana kita hidup dengan ramai orang tidak sunyi sepertinya disini , ia kosong kerna hanya ada kita .. tapii , coba kita lihat , disana kita tidak sunyi , kita punya ramai kawan , orang . adakah semua itu yang sentiasa membuat kita tersenyum . depan pandang senyum manis , pusing belakang mereka asah pisau , sampai masa , pisau itu mereka guna tikam biar di dada , biar jantung terhenti , biar hati mati .. bila kita disini , di dunia yang kita cipta sendiri , baru kita tahu pisau itu milik siapa ..bila disini , di setiap kejatuhan , kita usap luka , kita tiup pedih dan terasakan sakit yang paling indah ..
cuba di dunia realiti .. bila disetiap kejatuhan , bila kau cuba bangkit , ada orang yang menolak dibelakang , makin jatuh tersungkur , tersembam ke tanah , perit , luka , calar balar , tiada yang menyambut meskipun kita punya ramai orang di dunia realiti .. oleh itu , makin dekat kita dengan realiti , makin rasa nak pusing dan lari .